Otomasi & Alert
Mengubah event menjadi notifikasi otomatis dengan Alert Rule, dan membangun otomasi multi-langkah dengan Workflow.
Apa yang Akan Anda Pelajari
Event yang muncul di Dashboard berguna saat operator sedang memantau secara aktif. Tapi bagaimana jika Anda ingin sistem memberitahu Anda secara otomatis ketika sesuatu yang penting terjadi — bahkan saat tidak ada operator di depan layar?
Lenz menyediakan tiga konsep otomasi:
- Alert Rule — aturan kapan notifikasi harus dikirim
- Notification Channel — kemana notifikasi dikirim
- Workflow — otomasi multi-langkah yang lebih kompleks
Alur Sederhana
Alert Rule
Alert Rule adalah aturan yang mendefinisikan kapan sistem harus mengirim notifikasi. Setiap rule terdiri dari:
- Tipe analitik yang dipantau (Face Recognition, LPR, People Analytics, dll)
- Stream mana yang dipantau (satu atau beberapa kamera)
- Kondisi yang harus terpenuhi (mis. "wajah dari keyspace
vipterdeteksi", atau "jumlah orang melebihi 50") - Channel notifikasi yang akan menerima alert
Contoh Skenario
| Skenario | Alert Rule |
|---|---|
| Kepala departemen masuk gedung | FR + keyspace eksekutif di kamera lobby |
| Plat mobil pencurian terdeteksi | LPR + plat di watchlist blacklist di kamera gerbang |
| Antrean kasir terlalu panjang | People Analytics + jumlah > 10 di kamera kasir |
| Mobil parkir di area dilarang | Vehicle Analytics + dwell time > 5 menit di area X |
Satu Alert Rule dapat dikaitkan ke banyak Notification Channel sekaligus — misalnya kirim ke email manajer dan Telegram grup security secara bersamaan.
Alert Rule dikelola melalui menu Alert.
Notification Channel
Notification Channel adalah tujuan pengiriman notifikasi. Lenz mendukung empat jenis channel:
Kirim notifikasi ke alamat email. Cocok untuk laporan harian atau alert non-urgent yang perlu jejak tertulis.
Telegram
Kirim notifikasi ke chat atau grup Telegram via Bot. Cocok untuk tim security yang perlu respon cepat.
Webhook
Kirim notifikasi sebagai HTTP POST ke endpoint eksternal. Cocok untuk integrasi dengan sistem lain (SIEM, ticketing, dll).
Discord
Kirim notifikasi ke channel Discord via Webhook. Cocok untuk tim yang sudah berkomunikasi via Discord.
Tips Memilih Channel
- Urgent & butuh respon cepat → Telegram atau Discord
- Perlu jejak resmi / audit → Email
- Integrasi dengan sistem lain → Webhook
- Volume tinggi → Webhook (lebih bisa diatur dari sisi penerima)
Notification Channel dikelola melalui menu Notification Channels.
Workflow
Workflow adalah fitur otomasi multi-langkah untuk skenario yang lebih kompleks dari sekedar "event terjadi → kirim notifikasi". Workflow dibangun dengan antarmuka low-code (drag & drop) yang memungkinkan Anda merangkai beberapa aksi sebagai respons terhadap event.
Kapan Pakai Workflow vs Alert Rule?
| Kebutuhan | Pakai |
|---|---|
| "Kirim email saat X terjadi" | Alert Rule (lebih sederhana) |
| "Saat X terjadi, kirim notifikasi, catat ke sistem A, lalu trigger aksi di sistem B" | Workflow |
| "Saat X terjadi, cek kondisi tambahan dulu, baru kirim notif jika lolos" | Workflow |
Anatomi Workflow
Setiap workflow terdiri dari:
- Trigger — event yang memulai workflow (biasanya event dari analitik tertentu)
- Action node — aksi yang dijalankan secara berurutan atau bercabang
Setiap eksekusi workflow dicatat dalam execution log untuk audit dan debugging.
Workflow dikelola melalui menu Workflows.
Workflow adalah fitur lanjutan. Untuk kebutuhan notifikasi sederhana, Alert Rule sudah cukup dan lebih mudah dikonfigurasi.