Alert Rules
Konfigurasi aturan alert untuk memicu notifikasi secara otomatis berdasarkan event AI Visionaire — tentukan kondisi, stream target, dan channel pengiriman dalam satu rule.
Pengenalan
Alert Rules adalah mekanisme otomatisasi di Lenz Dashboard yang menghubungkan event AI Visionaire dengan sistem notifikasi. Setiap rule mendefinisikan kapan sebuah event harus dianggap signifikan dan ke mana notifikasi harus dikirimkan.
Perbedaan antara Event dan Alert Rule:
- Event — rekaman mentah hasil deteksi AI yang dihasilkan Visionaire setiap kali kamera menangkap objek yang relevan. Event terjadi terus-menerus dan disimpan di database untuk keperluan audit dan pencarian historis.
- Alert Rule — filter aktif yang mengevaluasi setiap event masuk. Jika event memenuhi kondisi yang dikonfigurasi dalam rule, sistem akan memicu notifikasi ke channel yang ditentukan. Tanpa rule aktif, tidak ada notifikasi yang dikirim meskipun event terus dihasilkan.
Contoh skenario: kamera di pintu utama menghasilkan ratusan event Face Recognition setiap jam. Tanpa alert, semua event itu hanya tersimpan di database. Dengan alert rule, Anda dapat mengkonfigurasi: "Jika wajah dengan label blacklist terdeteksi di stream mana pun, kirim notifikasi ke channel email security-team dan tampilkan di dashboard secara real-time."
Alert Rules membutuhkan setidaknya satu Notification Channel yang sudah dikonfigurasi sebelum notifikasi dapat dikirimkan. Buka menu Configuration → Notification Channels untuk menambahkan channel terlebih dahulu.
Konsep Dasar
Setiap Alert Rule terdiri dari dua komponen utama:
1. Trigger Condition
Kondisi yang harus dipenuhi sebuah event agar rule terpicu. Kondisi terdiri dari:
- Analitik — tipe analitik AI yang dimonitor (contoh: Face Recognition, LPR, Crowd Estimation)
- Stream — kamera atau stream video yang menjadi sumber event; dapat memilih stream spesifik atau mengaktifkan opsi "Sertakan Semua Stream Otomatis" agar rule berlaku untuk semua stream dengan analitik tersebut
- Aturan Atribut — kondisi berbasis atribut event (contoh:
status == blacklist,label != unknown,count >= 10); mendukung logikaAND/ORantar kondisi
2. Notification Channel Target
Tujuan pengiriman notifikasi ketika kondisi terpenuhi:
- Notification Channels — satu atau lebih channel yang sudah dikonfigurasi (email, webhook, Telegram, dan sebagainya)
- Recipient Targeting — konfigurasi spesifik siapa yang menerima notifikasi via WebSocket (semua user, hanya Anda, atau user/role tertentu)
Alur Kerja
Tipe Alert yang Didukung
Alert Type menentukan tingkat keparahan visual dan suara yang ditampilkan saat alert terpicu. Tiga level yang tersedia:
CRITICAL
Level tertinggi — digunakan untuk ancaman keamanan atau kejadian yang membutuhkan respons segera. Ditampilkan dengan warna merah dan suara notifikasi kritis.
WARNING
Level menengah — digunakan untuk kejadian yang perlu perhatian namun tidak darurat. Ditampilkan dengan warna kuning atau oranye.
INFORMATION
Level informasional — digunakan untuk notifikasi rutin atau statistik. Tidak memerlukan tindakan segera. Ditampilkan dengan warna biru atau hijau.
Setiap Alert Type memiliki konfigurasi color, duration_ms (durasi tampil notifikasi dalam milidetik), dan opsional sound_data (audio notifikasi dalam format MP3 base64). Daftar Alert Type dapat dilihat melalui tombol Tipe Peringatan di toolbar halaman Alert.
Cara Menggunakan
Menambah Alert Rule Baru
Buka halaman Alert
Akses menu Configuration → Alert dari sidebar Lenz. Anda akan melihat tabel daftar alert rule yang sudah ada beserta tombol filter di bagian atas.
Klik "Tambah Peringatan"
Klik tombol Tambah Peringatan di toolbar untuk membuka wizard pembuatan rule. Wizard terdiri dari tiga langkah.
Langkah 1 — Informasi Dasar
Isi informasi berikut:
- Nama Peringatan — nama deskriptif untuk rule ini, wajib diisi (contoh:
Deteksi Blacklist Pintu Utama) - Deskripsi — penjelasan singkat tujuan rule ini, wajib diisi
- Tipe Peringatan — pilih level keparahan:
CRITICAL,WARNING, atauINFORMATION
Klik Lanjutkan untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.
Langkah 2 — Analitik & Aturan
Konfigurasi kondisi trigger:
- Pilih Analitik — pilih tipe analitik AI yang menjadi sumber event (contoh: Face Recognition, LPR)
- Pilih Stream — pilih satu atau lebih stream yang dimonitor; atau aktifkan Sertakan Semua Stream Otomatis agar rule berlaku untuk semua stream yang menggunakan analitik tersebut, termasuk stream yang ditambahkan di masa depan
- Tambah Aturan — klik Tambah Aturan untuk menambahkan kondisi atribut:
- Atribut — pilih atribut event yang dievaluasi (contoh:
status,label,count); untuk analitik tertentu, atribut tersedia dalam dropdown; untuk analitik lain, Anda dapat memasukkan nama atribut secara manual - Operator — pilih operator perbandingan (
==,!=,>,>=,<,<=,in,not_in) - Nilai — nilai yang dibandingkan
- Atribut — pilih atribut event yang dievaluasi (contoh:
- Jika ada lebih dari satu aturan, pilih Logika antar aturan:
AND(semua kondisi harus terpenuhi) atauOR(salah satu kondisi cukup)
Opsi Sertakan Semua Stream Otomatis sangat berguna untuk deployment dengan stream yang sering berubah. Dengan opsi ini aktif, Anda tidak perlu memperbarui rule setiap kali stream baru ditambahkan.
Langkah 3 — Notifikasi
Konfigurasi tujuan pengiriman notifikasi:
- Channel Notifikasi — pilih satu atau lebih channel dari daftar yang tersedia; jika belum ada channel, Anda dapat melewati langkah ini dan mengkonfigurasi channel terlebih dahulu di menu Notification Channels
- Recipient Targeting — tentukan siapa yang menerima notifikasi real-time via WebSocket:
- Kirim ke semua user — semua user yang memiliki akses akan menerima alert
- Kirim ke saya saja — hanya akun Anda yang akan menerima alert
- Kirim ke user/role tertentu — pilih role atau user spesifik yang menjadi penerima
Klik Buat Peringatan untuk menyimpan rule.
Aktifkan Rule
Rule baru dibuat dalam status aktif secara default. Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan rule kapan saja menggunakan toggle di kolom Aktif pada tabel daftar alert rule tanpa perlu membuka form edit.
Mengedit Alert Rule
Temukan rule yang ingin diedit
Gunakan kotak pencarian di toolbar untuk mencari rule berdasarkan nama. Klik ikon Edit Peringatan di kolom Aksi pada baris yang sesuai.
Aktifkan mode edit
Dialog akan terbuka dalam mode tampilan (view). Klik tombol Edit untuk mengaktifkan mode pengeditan.
Ubah konfigurasi
Semua field yang tersedia saat pembuatan rule dapat diubah: nama, deskripsi, tipe alert, analitik, stream, aturan atribut, dan channel notifikasi.
Simpan perubahan
Klik Perbarui Peringatan untuk menyimpan. Perubahan berlaku segera pada event berikutnya.
Menghapus Alert Rule
Penghapusan alert rule bersifat permanen. Riwayat notifikasi yang sudah terkirim tidak ikut terhapus, namun rule tidak dapat dipulihkan setelah dihapus.
Klik ikon Hapus Peringatan di kolom Aksi pada baris yang sesuai, kemudian konfirmasi dialog yang muncul.
Fitur Utama
Wizard Tiga Langkah
Proses pembuatan rule dipandu melalui tiga langkah terstruktur: Informasi Dasar → Analitik & Aturan → Notifikasi.
Auto-Include Streams
Aktifkan opsi Sertakan Semua Stream Otomatis agar rule berlaku untuk semua stream saat ini dan yang akan datang tanpa perlu update manual.
Multi-Channel Notification
Satu rule dapat mengirimkan notifikasi ke beberapa channel sekaligus: email, webhook, Telegram, dan lainnya.
Recipient Targeting
Kontrol granular siapa yang menerima notifikasi real-time via WebSocket: semua user, diri sendiri, atau role/user tertentu.
Toggle Aktif/Nonaktif
Aktifkan atau nonaktifkan rule langsung dari tabel tanpa membuka form edit — perubahan berlaku instan.
Logika AND / OR
Gabungkan beberapa kondisi atribut menggunakan logika AND (semua harus terpenuhi) atau OR (salah satu cukup).
API Reference
Dokumentasi lengkap semua endpoint tersedia di halaman terpisah dengan tampilan interaktif.