Nodeflux Central
License Plate Recognition (LPR)

Best Practices & Troubleshooting

Tuning threshold, keterbatasan sistem, dan runbook untuk masalah umum pada License Plate Recognition.

Best Practices

Penempatan Kamera

Sebagian besar masalah akurasi OCR berakar pada kamera: plat terlalu kecil setelah downscale ke 416×224, sudut terlalu curam, atau backlight. Ikuti Persyaratan — Penempatan Kamera — satu titik baca per kamera, sudut 15–30°, lebar plat ≥120 px pada frame 1080p.

Memilih Antara Single-stage dan Two-stage

  • Pilih NFV4-LPR2/NFV4-LPRS (single-stage) untuk volume kendaraan rendah–sedang di mana toleransi terhadap noise OCR sesaat lebih penting daripada latensi.
  • Pilih NFV4-LPR3/NFV4-LPR3S (two-stage) untuk volume tinggi (toll, highway) — deteksi plat pada crop per-kendaraan membuatnya lebih toleran terhadap plat kecil di frame asli, dan output lebih cepat begitu confidence tinggi tercapai.

Tuning Threshold

  • Mulai dari nilai default plate_confidence_threshold: 0.6 dan vehicle_confidence_threshold: 0.6.
  • Untuk area keamanan tinggi: naikkan kedua threshold ke 0.7–0.8, dan pada NFV4-LPR2/NFV4-LPRS naikkan min_group_member ke 3–5.
  • Untuk cahaya rendah atau plat kotor: turunkan threshold ke 0.4–0.5, terima risiko false positive lebih tinggi dan tangani duplikasi/validasi di aplikasi.
  • Karena tidak ada environment variable, semua tuning per node harus dikirim ulang secara eksplisit di setiap POST/PUT pipeline.

Jangan Andalkan Garis Virtual untuk Arah

entry_lines/exit_lines di dalam areas tidak difungsikan oleh LPR. Jika butuh logika masuk vs keluar, gunakan dua area ROI terpisah dan bedakan berdasarkan area_name, bukan direction. Detail: Varian & Cara Kerja — Direction Bukan In/Out.


Keterbatasan

  • Motion blur — kendaraan berkecepatan tinggi dengan shutter speed kamera lambat menyebabkan karakter plat tidak terbaca. Gunakan shutter ≥1/500 s.
  • Glare dan refleksi pada permukaan plat metalik dapat mengaburkan karakter — gunakan polarizing filter atau sesuaikan sudut kamera.
  • Plat kotor, rusak, atau karakter non-standar (modifikasi, stiker) menurunkan akurasi OCR dan tidak dapat diatasi lewat konfigurasi.
  • Plat non-Indonesia tidak didukung — model OCR dan klasifikasi tipe plat dilatih khusus format Indonesia.
  • NFV4-LPR3/NFV4-LPR3S tidak memberikan indikasi arah — direction selalu "unknown".
  • NFV4-LPR2/NFV4-LPRS hanya memberi indikasi gerak vertikal, bukan logika masuk/keluar berbasis garis — lihat catatan di atas.
  • Tidak ada environment variable maupun preset bawaan — setiap penyesuaian harus dikirim eksplisit per pipeline lewat POST/PUT.
  • Resolusi di bawah 1080p menghasilkan banyak kesalahan OCR karena ukuran plat setelah downscale ke 416×224 menjadi terlalu kecil.
  • Setiap pipeline membutuhkan CPU dan RAM terpisah (3 core / 2000 MB, nilai tetap) — pertimbangkan kapasitas hardware sebelum menambah banyak pipeline di satu node.

Troubleshooting

LPR tidak menghasilkan side message pipeline khusus seperti beberapa modul lain — sebagian besar masalah bersifat operasional (konfigurasi/penempatan) dan bisa didiagnosis dari perilaku event atau log container (docker logs visionaire4).

On this page