License Plate Recognition
Deteksi kendaraan dan pengenalan plat nomor (OCR) secara real-time untuk access control, manajemen parkir, dan monitoring lalu lintas.
Pengenalan
License Plate Recognition (LPR) adalah keluarga pipeline analitik video real-time yang mendeteksi kendaraan dalam stream video, mendeteksi plat nomornya, dan melakukan OCR untuk membaca karakternya. Tersedia empat varian yang terbagi menjadi dua arsitektur:
- Single-stage (
NFV4-LPR2,NFV4-LPRS) — satu inferensi mendeteksi kendaraan dan plat sekaligus, lalu hasil OCR dari beberapa frame dikelompokkan dan dipilih konsensusnya. - Two-stage (
NFV4-LPR3,NFV4-LPR3S) — deteksi kendaraan berjalan tiap frame, sedangkan deteksi plat di-throttle ke FPS yang lebih rendah; setiap kendaraan ditrack secara individual untuk throughput lebih tinggi.
NFV4-LPRS dan NFV4-LPR3S menambahkan klasifikasi tipe plat (sipil, pemerintah, militer, diplomatik); NFV4-LPR2 dan NFV4-LPR3 hanya mengenali plat sipil standar.
Dokumentasi LPR dibagi menjadi beberapa halaman. Mulai dari Varian & Cara Kerja untuk memilih pipeline yang sesuai, lalu pastikan kamera memenuhi Persyaratan. Referensi endpoint ada di API Reference.
Varian & Cara Kerja
Tabel empat varian, perbedaan single-stage vs two-stage, dan alur pemrosesan dari frame video sampai event.
Persyaratan
Spesifikasi kamera, panduan penempatan kamera untuk pembacaan plat, dan dependensi resource.
Konfigurasi
Semua parameter pipeline yang diterima API dan urutan prioritasnya.
Best Practices & Troubleshooting
Tuning threshold, keterbatasan sistem, dan runbook untuk masalah umum.
API Reference
Endpoint pipeline, event channel WebSocket, dan struktur event JSON.
Apa yang Dilakukan
Kemampuan
- Deteksi kendaraan — mobil, bus, truk, motor (dan sepeda pada varian two-stage).
- Deteksi plat nomor & OCR karakter — dijalankan lewat model deteksi khusus lalu model pengenalan karakter yang sama pada seluruh varian.
- Klasifikasi tipe plat (
NFV4-LPRS,NFV4-LPR3S) — membedakan plat sipil, pemerintah (private,public,government,embassy,new_vehicle), dan dinas TNI/Polri (police,tni_1-AU,tni_2-AD,tni_3-AL,kemenhan,mabes_tni). - Indikasi arah gerak (
NFV4-LPR2,NFV4-LPRS) — dihitung dari pergerakan vertikal posisi plat antar frame sampel, menghasilkanup,down, ataunone. - Deduplikasi berbasis cache — nomor plat yang sama tidak dikirim ulang selama
plate_cache_lifetimedetik. - ROI whitelist/blacklist per area — setiap area punya
roi_typesendiri; mode blacklist otomatis memproses sisa frame di luar area sebagai areadefault. - Dump kendaraan tanpa plat (opsional,
enable_dump_non_plate) — mengirim event untuk kendaraan yang terdeteksi tapi platnya tidak terbaca. - Live view MJPEG dengan overlay —
GET /mjpeg/{node_num}/{stream_id}/{analytic_id}menampilkan bounding box kendaraan/plat secara real-time, berguna untuk memverifikasi penempatan area ROI. Lihat API Reference — Live View.
Yang TIDAK Dilakukan
- Tidak menghasilkan arah "masuk/keluar" yang dapat dikonfigurasi lewat garis virtual. Field
entry_lines/exit_linespada payloadareasdiparsing oleh helper ROI generik Visionaire, tetapi pipeline LPR tidak pernah membacanya — mengonfigurasinya tidak berpengaruh apa pun. Fielddirectionhanya mencerminkan gerak vertikal (up/down/none) untukNFV4-LPR2/NFV4-LPRS, dan selaluunknownuntukNFV4-LPR3/NFV4-LPR3S. Detail ada di Varian & Cara Kerja. - Tidak memiliki environment variable maupun preset konfigurasi bawaan — berbeda dari Face Recognition, setiap parameter yang tidak dikirim langsung memakai default hardcoded; tidak ada layer environment variable di antaranya.
- Tidak melakukan verifikasi whitelist/blacklist kendaraan — logika access control (mis. mencocokkan nomor plat ke daftar kendaraan terdaftar) harus diimplementasikan di aplikasi/sistem downstream.
- Tidak menyimpan riwayat event secara internal — gunakan Lenz atau simpan sendiri dari WebSocket event untuk kebutuhan riwayat.
- Tidak mendukung plat nomor luar negeri — model OCR dan klasifikasi dilatih untuk format plat Indonesia.
Use Cases
Manajemen Parkir
Deteksi kendaraan masuk/keluar untuk mall, apartemen, atau gedung perkantoran menggunakan NFV4-LPR2.
Toll Gate & Highway
Pembacaan plat throughput tinggi dengan latensi rendah menggunakan arsitektur two-stage NFV4-LPR3.
Gedung Pemerintah & Militer
Access control dengan klasifikasi plat sipil, pejabat, polisi, dan TNI menggunakan NFV4-LPRS.
Checkpoint Keamanan
Verifikasi kendaraan di area sensitif — perbatasan, bandara, atau fasilitas terbatas.
Traffic Analytics
Monitoring volume lalu lintas dan klasifikasi kendaraan di ruas jalan menggunakan NFV4-LPR3S.
Modul Terkait
Face Recognition
Deteksi dan identifikasi wajah secara real-time untuk access control berbasis biometrik.
People Analytics
Hitung dan analisis pergerakan orang — jumlah pengunjung, kepadatan area, dan pola lalu lintas pejalan kaki.
Vehicle Analytics
Klasifikasi dan penghitungan kendaraan berdasarkan jenis tanpa OCR plat.
API Reference — Face Recognition
Endpoint REST API untuk membuat pipeline Face Recognition pada stream Visionaire4 dan event streaming hasil recognition via WebSocket.
Varian & Cara Kerja
Empat varian pipeline License Plate Recognition, perbedaan arsitektur single-stage vs two-stage, dan alur pemrosesan dari frame video sampai event.