Persyaratan
Spesifikasi kamera dan panduan penempatan kamera agar Vehicle Analytics — counting, dwelling, density, dan estimasi kecepatan — bekerja optimal.
Akurasi Vehicle Analytics ditentukan jauh sebelum frame sampai ke GPU — oleh kamera yang dipilih dan cara memasangnya terhadap jalur/garis yang ingin Anda hitung. Halaman ini menjelaskan spesifikasi minimum dan cara menempatkan kamera agar kendaraan yang melewati garis atau zona cukup besar, tajam, dan tidak menyebabkan double counting.
Spesifikasi Kamera
| Persyaratan | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Resolusi | 1080p (1920×1080) | 1080p sudah cukup — investasikan pada lensa dan sensor, bukan resolusi |
| Frame rate stream | 12 fps | 15–25 fps untuk jalur dengan kendaraan bergerak cepat |
| Lensa | Fixed, dipilih sesuai lebar jalur | Varifocal berkualitas agar FOV bisa disempitkan ke jalur target |
| WDR | Ada | True WDR untuk jalur yang menghadap area terbuka/langit |
| Shutter | Auto | Minimum 1/500 s untuk jalur dengan kendaraan > 40 km/jam, guna menghindari motion blur |
| Codec | H.264 | H.264 / H.265, bitrate cukup agar kendaraan tidak pecah saat crop |
| Ukuran kendaraan di frame | 60 px lebar/tinggi | 100 px atau lebih, terutama untuk NFV4-MVAA/NFV4-MVAS (klasifikasi atribut) |
Semua varian Vehicle Analytics me-resize frame ke resolusi input model sebelum deteksi — 416×224 untuk sebagian besar varian (NFV4-MVA, NFV4-MVAA, NFV4-MVAS, NFV4-VC, NFV4-VD), 416×416 untuk NFV4-VC-HW, dan 608×320 untuk NFV4-VAS. Yang menentukan akurasi deteksi bukan resolusi kamera mentah, melainkan berapa piksel kendaraan menempati frame yang sudah di-resize itu. Menaikkan resolusi kamera ke 4K tidak membantu jika FOV tetap lebar — menyempitkan FOV dengan lensa yang tepat jauh lebih efektif.
Penempatan Kamera
Tujuan penempatan: setiap kendaraan yang melewati garis atau zona target memberi beberapa frame berturut-turut dengan bounding box yang cukup besar dan tidak terpotong, sehingga tracker tidak kehilangan tracker_id di tengah crossing.
Tinggi dan sudut
| Parameter | Nilai | Alasan |
|---|---|---|
| Tinggi pemasangan | 4–6 m untuk jalur kendaraan, 3–4 m untuk area parkir/toll gate | Cukup tinggi agar kendaraan besar (truk/bus) tidak saling menutupi (occlusion), tidak terlalu tinggi hingga kendaraan menjadi sangat kecil di frame |
| Sudut tunduk (pitch) | 20°–45° dari horizontal | Di bawah ~15° kendaraan yang jauh dari kamera terlalu kecil dan mudah saling menutupi; mendekati 90° (top-down) mengurangi akurasi klasifikasi tipe kendaraan karena bentuk kendaraan dari atas kurang khas |
| Posisi terhadap arah traffic | Agak menyamping (bukan tegak lurus garis) untuk jalan raya; tegak lurus garis untuk toll gate/lajur sempit | Sudut menyamping memberi tampilan sisi kendaraan yang lebih informatif untuk klasifikasi warna/tipe; toll gate butuh presisi crossing per lajur |
Garis dan zona counting
- Satu garis per lajur bila memungkinkan — garis yang memotong beberapa lajur sekaligus meningkatkan risiko kendaraan melewati garis berdekatan dan saling menutupi saat crossing.
- Letakkan garis/zona di area dengan traffic yang lancar, bukan tepat di dekat lampu merah, persimpangan, atau area antrean — kendaraan yang berhenti/merayap di dekat garis meningkatkan risiko event ganda maupun event yang tidak terkirim.
- Beri jarak dari tepi frame — kendaraan yang crossing terlalu dekat tepi frame sering terpotong bounding box-nya sehingga gagal memenuhi
minimum_tracking_height. - Untuk zona dwelling/density, hindari memasukkan jalur keluar-masuk ke dalam polygon — kendaraan yang sekadar melintas akan terhitung dwelling/density jika polygon terlalu lebar.
Ukuran kendaraan dan shutter
Motion blur pada kendaraan bergerak cepat menurunkan akurasi deteksi dan (pada NFV4-MVAA/NFV4-MVAS) akurasi klasifikasi atribut. Untuk jalur dengan kecepatan kendaraan tinggi (jalan raya, highway):
- Gunakan shutter speed lebih tinggi (≥ 1/500 s) dibanding kondisi statis seperti parkir.
- Perbesar area kendaraan di frame dengan menyempitkan FOV — jangan mengandalkan crop digital dari frame lebar.
- Untuk klasifikasi atribut (
NFV4-MVAA), pastikan kendaraan memenuhi minimal ~100×100 px saat melewati garis/zona — merek (brand) khususnya butuh resolusi lebih tinggi dari warna/tipe.
Malam hari dan pencahayaan
- Kamera IR atau pencahayaan jalan yang cukup diperlukan untuk mempertahankan akurasi deteksi di malam hari.
- Akurasi klasifikasi warna (
NFV4-MVAA/NFV4-MVAS) menurun signifikan pada kondisi minim cahaya atau mode IR (hitam-putih) — warna kendaraan gelap sering salah klasifikasi di malam hari. - Hindari lampu kendaraan langsung mengarah ke kamera (silau) pada persimpangan/jalan dua arah malam hari.
Yang perlu dihindari
- Kamera fisheye/PTZ yang ikut dipakai untuk overview lain — gunakan kamera khusus yang diam (fixed) untuk garis/zona Vehicle Analytics.
- Garis counting yang memotong bayangan panjang kendaraan (pagi/sore hari) — bayangan dapat mengganggu deteksi bounding box.
- Zona dwelling/density yang tumpang tindih dengan zona lain pada pipeline yang sama tanpa kebutuhan jelas — setiap zona diproses independen dan dapat menghasilkan event ganda untuk kendaraan yang sama.
Dependensi
| Komponen | Wajib untuk | Konfigurasi di Visionaire |
|---|---|---|
| Stream video aktif | Semua varian | Stream harus sudah dibuat dan dapat diakses Visionaire sebelum pipeline dibuat — POST /pipeline/{node_num}/{stream_id}/{analytic_id} gagal dengan stream_id ... is not exists jika belum. |
| Layanan atribut kendaraan | NFV4-MVAA, NFV4-MVAS (parsial) | Dipanggil lewat service attribute_classification yang teregistrasi bersama pipeline — tidak memerlukan alamat eksternal terpisah seperti Face Recognition. |
| Database enrollment kendaraan | NFV4-VCAT | Kendaraan harus terdaftar terlebih dulu agar primary_text event berisi object_id yang bermakna; tanpa data terdaftar, similarity akan selalu rendah. |
Daftar lengkap argumen aplikasi ada di Configuration Reference. Setelah persyaratan terpenuhi, buat pipeline sesuai API Reference dengan parameter dari Konfigurasi.
Varian & Cara Kerja
Delapan varian pipeline Vehicle Analytics, apa yang membedakan tiap varian, dan alur pemrosesan dari frame video sampai event.
Konfigurasi
Referensi lengkap format sub_analytics, parameter tiap logic, konfigurasi garis/zona, atribut, environment variable, dan argumen aplikasi Vehicle Analytics.