Snapshot Detection
Best Practices & Troubleshooting
Panduan tuning dump_interval dan threshold, keterbatasan sistem, dan runbook untuk pesan error Snapshot Detection.
Best Practices
Setting dump_interval
- Default runtime untuk hampir semua varian adalah
5detik (lihat catatan default di Konfigurasi) — untuk skenario kritis (FISO,PPFA), nilai ini sudah cukup responsif; naikkan hanya jika beban ke layanan AI eksternal terlalu tinggi. - Untuk varian VLM multi-Frame yang butuh konteks temporal (
VMFG,RIOT), pertimbangkan menaikkan ke 10 detik atau lebih agar event tidak meledak saat insiden berlangsung lama — kirim eksplisit, jangan andalkan default. - Untuk
WLMatau monitoring lingkungan yang lambat berubah, naikkan ke 30–60 detik untuk hemat resource (nilai di bawah 10 detik otomatis dipaksa naik ke 10).
Penggunaan ROI
- Untuk varian yang mendukung ROI (
OVOD,PSMO,PPHO,FISO,PPFA), definisikan polygonareasyang membatasi area pengamatan untuk mengurangi false positive di area tidak relevan. intersect_threshold(default0.1) menentukan seberapa besar irisan bounding box dengan polygon agar dianggap "di dalam" — naikkan bila objek di tepi area masih ikut ter-dump.
Tuning threshold
dump_confidence/confidenceadalah filter terakhir sebelum event diterbitkan. Untuk environment dengan banyak false positive, naikkan (mis. 0.5–0.7).- Untuk skenario yang tidak boleh ada miss (mis. deteksi api di gudang material berbahaya), turunkan
dump_confidencedan terima trade-off lebih banyak alert.
Memilih mode VLM (NFV4D-VLM)
- Gunakan LEGACY_RAW (default, tanpa
persona) untuk kebutuhan sederhana yang cukup dijawab satu prompt. - Gunakan
persona: "free"(FREE_COT) bila Anda punya beberapa pertanyaan yes/no kustom dan ingin voting mayoritas — setmin_votesbila mayoritas ketat terlalu longgar/ketat untuk kasus Anda. - Gunakan persona preset (
public_safety,traffic_monitoring,industrial_safety,retail_loss_prevention) bila Anda butuh output severity terstruktur untuk triase, bukan sekadar ya/tidak.
Reliability Webhook / Event Channel
- Untuk event kritis (
RIOT,VMBG,FISO), gunakan transport dengan retry/idempotency di sisi penerima. - Pertimbangkan persistensi event di sisi receiver agar event yang hilang saat koneksi WebSocket terputus dapat di-replay dari database node (
GET /pipeline/{node_num}/{stream_id}/{analytic_id}dan endpoint database terkait), kecuali--db-disable-event-storeaktif.
Keterbatasan
- Tidak ada tracking. Setiap event berdiri sendiri; tidak ada
track_idyang menghubungkan kejadian yang sama antar dispatch. - Tidak ada counting/dwelling. Untuk metrik kuantitatif (berapa orang, berapa lama), gunakan modul People Analytics atau Vehicle Analytics.
- Akurasi bergantung pada momen Frame diambil. Karena tidak ada tracking multi-Frame (kecuali collage VLM), kejadian yang lebih singkat dari
dump_intervalbisa terlewat sepenuhnya. - Resource VLM/OVOD lebih berat di sisi layanan eksternal. Varian VLM dan OVOD memerlukan GPU memory dan compute lebih besar pada layanan AI eksternal — Visionaire sendiri hanya memakai CPU untuk dispatch.
- Layanan AI eksternal wajib tersedia. Bila tidak dapat dijangkau, pipeline mengatur side message error tetapi tidak menerbitkan event untuk siklus tersebut — lihat runbook di bawah.
- Sebagian besar default tertanam di kode. Classes/prompt/threshold untuk
PSMO,PPHO,FISO,PPFA,FLOD, dan varian VLM event (selainNFV4D-VLM) tidak dapat diubah lewat konfigurasi pipeline — hanyadump_confidence/dump_interval/address/areasyang overridable. NFV4D-WLMmengabaikanareasyang tidak lengkap secara diam-diam. Bila jumlah entriareasbukan tepat 2, kode memakai 3 garis bawaan tanpa memunculkan error — periksa jumlah entri Anda bila level yang dilaporkan tidak masuk akal.- Label event
NFV4D-RCMAtidak dapat diubah — selalu"crash is Detected"walauevent_namedikustomisasi.
Troubleshooting
Pesan berikut muncul sebagai side message pipeline (terlihat di status pipeline dan live view) atau di log container. Gunakan docker logs visionaire4 untuk melihat log lengkap.
Konfigurasi
Referensi lengkap parameter pipeline Snapshot Detection per varian, mode VLM (persona & prompt bebas), dan environment variable.
API Reference — Snapshot Detection
Endpoint REST API untuk membuat, mengelola, dan memantau pipeline Snapshot Detection (varian NFV4D-*), serta struktur event JSON.